1. Suku Bangsa dan Ras
Suku bangsa
yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke sangat beragam.
Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang
memiliki cirri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit,
ukuran-ukuran tubuh, mata, ukuran kepala daan lain sebagainya.
Di Indonesia,
terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu
Muda. Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu tua. Sebelah
timur Indonesia termasuk ras austroloid, termasuk bagian NTT. Sedangkan
kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan Chia
yang termasuk astratic Mongoloid.
2. Agama dan Keyakinan
Agama
mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan yang
dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari maanusia sebagai
kekuatan ghaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra. Namun mempunyai
pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari.
Agama sebagai bentuk keyakinan
memang sulit diukur secara tepat dan terinci namun apapun bentuk kepercayaan
yang dianggap sebagai agama, tampaknya memang memiliki ciri umum yang hampir
sama, baik dalam agama primitive maupun agama monotheisme.
3. Ideologi dan Politik
Ideologi
adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap
tingkah laku dalam situasi khusus karena merupaka kaitan antara tindakan dan
kepercayaan yang fundamental. Ideology membantu untuk lebih memperkuat lndasan
moral bagi sebuah tindakan. Politik mencxakup baik konflik antara individu dan
kelompok untuk memperoleh kekuasaan yang digunakan oleh pemenang bagi
keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukkan. Politik juga
bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial.
Keragaman
masyarakat Indonesia dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik
sejak berakhirnya orde lama. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya
mengakui satu ideology yaitu pancasila yang benar-benar mencermin kepribadian
bangsa Indonesia.
4. Tata Krama
Tata krama yang dianggap dari
Bahasa Jawa yang berarti “ adat sopan santun, basa-basi” pada dasarnya ialah
segala tindakan, perilaku adat istiadat tegur sapa ucap dan cakap sesuai kaidah
atau norma tertentu.
Tata karma
dibentuk dan dikembngkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang
kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan
efektif didalam masyarakat yang bersaangkutan. Indonesia memiliki beragam suku
bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena
adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun temurun dan
berkesinambungan dari generasi kegenerasi menyebabkn suatu masyarakat yang ada
dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopann yang relatif
sama.
5. Kesenjangan ekonomi
Bagi sebagian
Negara berkembang perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus
ditingkatkan. Namun umumnya, masyarakat kita berada digolongan tingkt ekonomi
menengah ke bawah. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangaan
yang tak dapat terhindari lagi.
6. Kesenjangan Sosial
Masyarakat
Indonesia merupakan masyarakaaat yang majemuk dengan bermacam tingkat, pangkt
dan strata sosial yang hierarkis. Hal ini, dapaaat terlihat dan dirasakan
dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta.
Hal ini yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak
saja menyakitkan, namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. Tak hanya
itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku.
No comments:
Post a Comment