Suasana Psikologis Yang
Kondusif Pembelajaran Indoor
Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting
dilaksanakan sebagai dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh, yaitu
untuk pembentukan karakter, budi pekerti luhur, cerdas, ceria, terampil dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan usia dini dapat dimulai di
rumah atau dalam keluarga, perkembangan anak pada tahun-tahun pertama sangat
penting dan akan menentukan kualitasnya di masa depan.
Oleh
karena itu, upaya-upaya pengembangan anak usia dini hendaknya dilakukan melalui
belajar dan melalui bermain (learning
through games). Hal ini karena bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan
bagi anak melalui bermain anak memperoleh kesempatan untuk bereksplorasi (exploration), menemukan (finding), mengekspresikan (expression), perasaannya dan berkreasi (creation).
Untuk
mencapai tujuan tersebut maka dilakukan kegiatan yang dapat dilakukan di dalam
ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Kegiatan pembelajaran baik
di indoor harus memperhatikan beberapa hal diantaranya sebagai berikut :
a)
Pengaturan penerangan, suhu udara, ventilasi
Kegiatan pembelajaran di dalam ruangan hendaknya dilengkapi dengan
kondisi penerangan yang memadai. Penerangan dapat berasal dari cahaya matahari
maupun penerangan dari lampu listrik. Selain itu ruangan hendaknya dilengkapi
dengan ventilasi udara yang cukup sehingga sirkulasi udara menjadi lancar dan
kondisi ruangan di dalam menjadi tidak panas. Dengan adanya ventilasi udara
yang cukup, selain sebagai pintu masuk sirkulasi udara juga dapat berfungsi
sebagai pusat penerangan alami jika di siang hari dan cuaca cerah. Untuk
mengantisipasi kondisi cuaca tidak cerah atau gelap maka ruangan harus
dilengkapi dengan penerangan yang berasal dari lampu listrik yang tingkat
penerangannya mencukupi. Dengan adanya ventilasi udara yang cukup juga akan
memberikan suhu ruangan menjadi lebih sejuk dan tidak panas. Jika dirasakan
perlu maka ruangan dapat dilengkapi dengan alat pendingin ruangan.
b)
Kenyamanan
Dengan kondisi ruangan yang
sejuk, tidak panas dan memiliki penerangan yang cukup akan menciptakan
kenyamanan bagi anak selama melakukan kegiatan di dalam ruangan. Jika anak
merasa nyaman selama berada dalam ruangan, maka anak akan terlihat gembira
selama melakukan kegiatan pembelajaran indoor.
c)
Keamanan
Selain faktor kenyamanan, faktor keamanan juga harus menjadi bahan
perhatian dari guru. Anak yang masih dalam proses perkembangan masih belum
paham akan arti pentingnya keamanan. Untuk itu hendaknya guru mengatur dan
menata perlengkapan dalam ruangan dengan baik dan aman bagi anak. Benda-benda
atau perlengkapan yang membahayakan bagi anak hendaknya dijauhkan dari
jangkauan anak.
d)
Daya tarik
Untuk meningkatkan motivasi belajar anak, hendaknya ruangan belajar
didesain sedemikian rupa sehingga menarik perhatian anak. Ruangan dapat
dihiasi dengan berbagai gambar yang menarik bagi anak. Selain itu dinding
ruangan juga dapat digambar dengan lukisan yang menarik perhatian anak.
e)
Menumbuhkan tanggung jawab dan rasa pemeliharaan
Adanya berbagai sarana pembelajaran yang ada di dalam kelas hendaknya
diatur dan ditata sedemikian rupa dan memiliki tempat penyimpanan
masing-masing. Guru membiasakan pada anak agar menyimpan kembali berbagai alat
dan media pembelajaran yang telah digunakan di tempat yang telah ditentukan.
Hal ini bertujuan agar menumbuhkan tanggung jawab pada anak terhadap berbagai
sarana yang ada dalam ruangan. Selain itu hal tersebut bertujuan agar berbagai
sarana dan alat pembelajaran tersebut dapat terpelihara dengan baik dan dapat
digunakan pada waktu yang akan datang.
2. Suasana Psikologis Yang
Kondusif Pembelajaran Outdoor
Bermain outdoor
membuat anak dapat menikmati kesenangan dan sangat membantu pertumbuhan dan
perkembangannya. Berbagai macam area yang ada di lingkungan bermain outdoor yang dikelilingi alam yang
natural sehingga anak-anak dapat mengobservasi benda-benda yang ada
disekitarnya.
Hal yang
paling penting dari penataan lingkungan outdoor
adalah anak mendapatkan pengalaman yang unik. Misalnya science yang datang dengan sendirinya secara natural, yaitu
berseksplorasi dan mengobservasi dengan tangannya sendiri. Anak dapat melihat
tentang perubahan warna, memegang kulit kayu sebatang pohon, mendengar suara
jangkrik atau mencium udara setelah hujan turun, anak-anak menggunakan semua
perasaan mereka untuk belajar tentang dunianya.
Memperhatikan
pentingnya tata lingkungan outdoor
untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak maka anda harus memberikan
perhatian serius dalam merancang dan menggunakan tempat bermain outdoor. Berikut beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam menata lingkungan outdoor
yaitu sebagai berikut:
a.
Memberikan kesempatan dan kepercayaan pada anak
Dengan melakukan kegiatan pembelajaran di luar ruangan juga bertujuan
untuk memberikan kesempatan dan kepercayaan pada anak agar dapat
mengekspresikan dan mengembangkan berbagai potensi dirinya di luar ruangan. Dengan
melakukan kegiatan di luar ruangan anak dapat melakukan berbagai macam kegiatan
yang dapat menambah pengetahuannya dalam berbagai hal.
b.
Kenyamanan
Lingkungan pembelajaran outdoor juga harus memperhatikan faktor kenyamanan. Hal ini bertujuan agar anak
dapat melakukan berbagai aktivitas pembelajaran dengan rasa senang karena
lingkungannya nyaman. Berbagai hal yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada
anak hendaknya dijauhkan dari jangkauan anak. Misalnya adanya pohon yang
berduri, batu-batu besar dan lain sebagainya.
c.
Pengawasan
Kegiatan pembelajaran outdoor hendaknya di lakukan pada lokasi
pembelajaran yang merupakan tempat yang mudah dilakukan pengawasan baik oleh
guru maupun oleh orang tua sehingga segala aktivitas anak dapat dikontrol
dengan baik. Pengawasan tetap harus dilakukan oleh guru maupun oleh orang tua
karena lingkungan outdoor
merupakan lingkungan yang tanpa adanya batasan ruangan sehingga anak dapat
berlari atau berjalan ke mana saja.
d.
Memastikan keamanan anak
Anak dapat dengan leluasa mengekspresikan idenya
dengan aktivitas yang dilakukannya. Salah satu faktor keselamatan dan keamanan
adalah penyesuaian perlengkapan dan perlatan berkenaan dengan ukuran fisik
anak. Kecelakaan sering terjadi apabila perlengkapan dan peralatan tidak cocok dengan
kemampuan dan ukuran fisik anak.
No comments:
Post a Comment