Beranda

Welcome

Selamat Datang di Blog Sarana Informasi ...... Welcome on this blog...benvenuti nel nostro blog..bienvenue sur notre blog...Willkommen in unserem Blog... bienvenido a nuestro blog...... 블로그에 오신 것을 환영합니다 beullogeue osin geos-eul hwan-yeonghabnida....

Friday, April 23, 2021

PERBEDAAN DARI PENGGUNAAN BAHASA TULIS DAN BAHASA UCAP DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA SUNDA

 

 

 

Bahasa merupakan suatu interpretasi dari diri seseorang. Dalam kehidupannya setiap manusia menggunakan bahasa untuk proses komunikasi. Secara harfiah bahasa merupakan suatu bentuk ungkapan komunikasi dalam setiap pertuturan. Proses komunikasi akan lancar apabila dalam proses itu menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks dari siapa yang berbicara, lawan bicara dan konteks keadaan percakapan. Proses komunikasi dilakukan setiap orang untuk menghasilkan tujuan dari topik yang dibicarakan. Suatu proses komunikasi akan berlangsung dengan lancar apabila dalam situasi itu komponen komunikasi memiliki bahasa-bahasa yang dianggap menjadi pendekat satu sama lain.

Sebagai sebuah langue, bahasa mempunyai sistem dan subsistem yang dipahami sama oleh semua penutur bahasa itu. Oleh karena penutur bahasa tersebut, meski berada dalam masyarakat tutur, tidak merupakan kumpulan manusia yang homogen, maka wujud bahasa yang konkret, yang disebut parole, menjadi tidak seragam. Terjadinya keragaman bahasa ini bukan hanya disebabkan oleh para penuturnya yang tidak homogen, tetapi juga karena kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam.

Ragam bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbedabeda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap dengan fonem sebagai unsur dasar.

 

Dalam ragam lisan kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Ciri-ciri ragam bahasa lisan, di antaranya. a. memerlukan kehadiran orang lain; b. unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap; c. terikat ruang dan waktu; dan d. dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara. Kelebihan ragam bahasa lisan, yaitu: a. dapat disesuaikan dengan situasi; b. faktor efsiensi; c. faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsur lain berupa tekan dan gerak anggota badan agah pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara; d. faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya; dan e. lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur. Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.

Kelemahan ragam bahasa lisan, yaitu: a. bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frasefrase sederhana; b. penutur sering mengulangi beberapa kalimat; c. tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan; dan d. aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal. Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan. Dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata.

Dengan kata lain dengan ragam bahasa tulis, kita tuntut adanya kelengkapan unsur kata seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Ciri-ciri ragam bahasa tulis, tidak memerlukan kehadiran orang lain, unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap, tidak terikat ruang dan waktu, dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan. Kelebihan ragam bahasa tulis, di antaranya informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan menyenangkan serta umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.

 

Sebagai sarana memperkaya kosakata dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu menambah wawasan pembaca.

Kelemahan ragam bahasa tulis, yaitu: a. alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna; b. tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual; dan c. yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.

Ragam bahasa fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya. Ragam bahasa menurut pemakainya bahasa bisa dilihat dari segi subjek cerita, medium atau sarana, dan sipat interfelasi bahasa. Dilihat dari subjek penuturnya ada ragam bahasa kita semuanya yang sering dipakai sehari-hari dan ragam bahasa oleh kita semua yang dipakai khusus dalam bidang jurnalistik, keilmuan, sastra, dan agama.

Dilihat dari medium pemakaiannya ada ragam bahasa lisan yang sering dipakai dalam percakapan atau pidato, ada ragam bahasa tulis yang dipakai dalam surat, koran, majalah dan buku. Ragam bahasa menurut sarana ada ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan. Ragam bahasa lisan merupakan ragam bahasa yang diucapkan oleh medium lisan, ditandai oleh pengulangan-pengulangan, jenis jeda. Sedangkan ragam bahasa tulisan merupakan bahasa sekunder setelah bahasa lisan yang merupakan bahasa primer.

Bahasa Sunda lahir bersamaan dengan lahirnya masyarakat Sunda dengan budayanya. Dalam perkembangannya, bahasa Sunda mempunyai aneka ragam bahasa. Ragam bahasa Sunda menurut jenis pemakaiannya bisa dilihat dari segi subjek cerita, medium atau sarana, serta sipat interferensinya. Dilihat dari subjek ceritanya ada ragam bahasa umum yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan ragam bahasa kita yang dipakai khusus dalam bidang jurnalistik, keilmuan sastra, dan agama. Dilihat dari medium digunakannya ada ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan.

Dilihat dari segi interferensi, ada ragam bahasa Sunda dan bukan ragam bahasa Sunda. Hal ini mengandung arti bahwa masyarakat Sunda tidak menerima pengaruh dari bahasa lainnya. Diresap dari unsur lainnya sangat diperbolehkan, khususnya dari unsur bahasa baru bahasa Indonesia yang semakin popular dan dalam bahasa yang belum ada terjemahannya.

Ragam bahasa yang dipengaruhi oleh latar yaitu, bisa di rumah, di masyarakat, atau di kantor. Ragam bahasa Sunda paling banyak digunakan di rumah, di pakai di masyarakat dan di komunikasikan di kantor. Dari segi pemakaiannya, ragam bahasa dipengaruhi oleh adanya pengaruh daerah, pengaruh pendidikan dan pengaruh sikap pemakainya. Dilihat dari pengaruh pendidikan, ragam basa bisa dibagi menjadi tiga jenis yaitu (1) bahasa sehari-hari, (2) bahasa ilmu pengetahuan, dan (3) bahasa kesastraan.

Pertama, bahasa Sunda sehari-hari yaitu bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari diucapkan secara lisan, suasananya bisa resmi bisa juga tidak resmi. Baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan masyarakatnya. Bahasa sehari-hari yang khusus digunakan oleh seseorang disebut idiolek/parole, yang digunakan oleh lingkungan masyarakat yang jelas disebut dialek sosial (sosiolek), yang dipakai di lingkungan daerah yang jelas disebut dialek wewengkon (dialek geografis), yang dipakai menurut bedanya waktu dulu dan sekarang disebut dialek temporal (kronolek), dan seterusnya. Kedua, bahasa keilmuan yaitu bahasa yang digunakan dalam bidang keilmuan seperti meneliti dan membahas sebuah persoalan. Dan ketiga, bahasa kesastraan yaitu ragam bahasa yang khusus digunakan dalam bidang kesastraan. Digunakan untuk mencurahkan hal-hal yang sifatnya indah (estetis).

Bahasa Inggris (English Language) adalah bahasa resmi dari banyak negara-negara persemakmuran dan dipahami serta dipergunakan secara meluas. Bahasa Inggris dipergunakan di lebih banyak negara di dunia dibanding bahasa yang lain serta dibanding bahasa yang lain kecuali bahasa Cina, bahasa ini juga lebih banyak dipergunakan orang.

Bahasa Inggris hampir mendekati bahasa Frisia, hanya saja sedikit lebih luas dari bahasa Netherlandic (Belanda –Flemish) dan dialek Jerman tingkat rendah (Plattdeutsch), serta jauh dari bahasa Jerman Modern tingkat tinggi.

Bahasa Inggris dianggap memiliki salah satu sistem pengejaan yang paling sulit di dunia. Gambaran tertulis dari bahasa Inggris tidaklah jelas secara penulisan huruf karena dua alasan, yaitu sebagai berikut.

a.    Pertama, pengucapan kata-kata telah berubah dan sedikit meluas dari bunyinya, sebagai contoh, huruf K dalam knife dan gh dalam right adalah pada zaman dahulu diucapkan.

b.   Kedua, beberapa kaidah pengejaan yang sudah pasti diambil dari beberapa sumber asing yang telah dilanggengkan, misalnya, selama abad ke-16, lafal b disertakan dalam doubt (dulunya dieja doute) pada kata ungkapan authority of dubitare.

Baik secara lisan (ucap) maupun tulisan dalam bahasa Inggris maupun bahasa Sunda masing-masing memiliki karakter tersendiri. Kedua jenis bahasa tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam pengucapan maupun dalam tulisan.

 


No comments:

Post a Comment

About

Popular Posts