|
Kata orang tua merupakan kalimat
majemuk, yang secara leksikal berarti “Ayah ibu kandung: orang yang dianggap
tua (cerdik, pandai, ahli dan sebagainya), orang-orang yang dihomati
(disegani).[1]
Berdasarkan pengertian etimologi,
pengertian orang tua yang dimaksud pada pembahasan ini ialah seseorang yang
telah melahirkan dan mempunyai tanggung jawab terhadap anak-anak baik anak
sendiri maupun anak yang diperoleh melalui jalan adopsi,[2]
orang tua akibat adopsi dimaksudkan yaitu dalam kategori “Orang tua” yang
sebenarnya karena dalam praktek kehidupan sehari-hari, orang tua karena adopsi
mempunyai tanggung jawab yang sama dengan orang tua yang sebenarnya, dalam
berbagai hal yang menyangkut seluruh indikator kehidupan baik lahiriyah maupun
batiniyah, orang tua dalam hal ini yaitu suami istri, adalah figur utama dalam
keluarga, tidak ada orang yang lebih utama bagi anaknya selain dari pada orang
tuanya sendiri, apalagi bagi adat ketimuran, orang tua merupakan simbul utama
kehormatan, maka orang tua bagi para anak merupakan tumpuan segalanya.
Istilah orang tua atau keluarga dalam
sosialisasi menjadi salah satu bagian ikon yang mendapat perhatian khusus,
keluarga dianggap penting sebagai bagian bagi masyarakat secara umum. Individu
terbentuk karena adanya orang tua dan dari keluarga pada akhirnya akan
membentuk masyarakat, sedemikian penting peran orang tua atau posisi keluarga
dalam pembentukan masyarakat.
Dari definisi tersebut secara umum dapat
diambil pengertian bahwa orang tua atau keluarga adalah:
1.
Merupakan
kelompok kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak.
2.
Hubungan
antar anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab.
3.
Hubungan
sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan
darah, perkawinan atau adopsi.
4.
Umumkan orang tua berkewajiban memelihara, merawat, dan melindungi anak
dalam rangka sosialisasinya agar meraka mampu mengendalikan diri dan berjiwa
sosial.[3]
No comments:
Post a Comment