Beranda

Friday, February 19, 2021

KENDALA –KENDALA DALAM KOMUNIKASI ANAK


Komunikasi anak juga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga anak mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Faktor-faktor itu adalah:

a.     Kesehatan, anak yang sehat lebih mudah berkomunikasi daripada anak yang kurang sehat. Anak yang sehat memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi anggota kelompok sosialnya (teman sejawat) dan berkomunikasi dengan anggota kelompok tersebut.

b.    Kecerdasan, anak yang cerdas lebih mudahberkomunikasi daripada anak yang kurang cerdas. Anak yang cerdas mempunyai rasa percaya diri yang besar dan tidak ada ketakutan untuk tidak diterima oleh anggota kelompoknya atau teman sejawatnya.

c.     Keadaan sosial ekonomi, anak dari tingkat sosial ekonomi lebih tinggi punya kecenderungan untuk mudah berkomunikasi karena anak sering didorong untuk mengungkapkan perasaannya. Anak juga merasa aman dan terpenuhi jika mengungkapkan perasaan dan keinginanya.

d.    Jenis kelamin, anak laki-laki mempunyai kecenderungan lebih susah berkomunikasi dibandingkan dengan anak perempuan. Kalimat dalam komunikasi anak laki-laki lebih pendek-pendek dan tata bahasanya kurang betul dibandingkan dengan anak perempuan. Kosa kata yang diucapkan anak laki-laki lebih sedikit dan pengucapannya kurang tepat dibandingkan dengan anak perempuan.

e.     Keinginan berkomunikasi, semakin kuat keinginan anak berkomunikasi dengan orang lain atau teman sejawat semakin mudah anak tersebut berkomunikasi. Anak akan menyisihkan waktu dan kesempatan untuk berkomunikasi dangan temannya.

f.      Dorongan, semakin anak didorong berkomunikasi dengan yang lain, semakin mudah anak berkomunikasi. Semakin sering anak diajak bicara, ditanya, dan diajak komunikasi baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan semakin anak senang berkomunikasi karena merasa diterima keberadaanya.

g.     Jumlah dalam keluarga, semakin kecil anggota keluarga anak tersebut semakin mudah untuk berkomunikasi, karena kesempatan berkomunikasi dengan yang lain semakin besar. Orang tua lebih bisa menyisihkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak sehingga kemampuan komunikasi anak semakin baik.

h.    Urutan kelahiran, anak yang lahir pertama mempunyai kecenderungan untuk lebih mudah berkomunikasi dengan orang tuanya ketimbang anak yang lahir kemudian. Anak pertama biasanya mendapat limpahan kasih sayang dan waktu yang lebih daripada anak yang kedua, dengan limpahan kasih sayang dan waktu ini anak merasa diperhatikan dan diterima oleh orang tuanya.

i.       Metode pelatihan anak, anak yang diasuh secara otoriter yang menekankan bahwa anak harus dilihat dan bukan didengar mempunyai hambatan komunikasi. Seharusnya pelatihan komunikasi anak yang diterapkan adalah memberikan keleluasaan dan demokratis serta mendorong anak untuk belajar lebih.

j.       Kelahiran kembar, anak yang lahir kembar umumnya terlambat dalam perkembangan komunikasinya, karena mereka lebih banyak bergaul dengan saudara kembarnya. Anak kembar punya kecenderungan miskin logat dan melemahkan motivasi untuk komunikasi.

k.     Hubungan dengan teman sejawat, anak-anak semakin banyak berhubungan dengan teman sebayanya, maka lebih mudah berkomunikasi. Anak-anak semakin punya motivasi untuk bisa diterima sebagai anggota kelompok sebaya bila mampu berkomunikasi dengan baik.

l.       Kepribadian, anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik cenderung mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi lebih baik. Kemampuan berkomunikasi seringkali dijadikan acuan anak mempunyai kesehatan mental yang bagus apa tidak (Hurlock, 2005).


Teori-Teori Pembelajaran Bahasa Anak


Bahasa anak awalnya berkembang secara alami. Proses ini dikenal dengan pemerolehan bahasa. Melalui interaksi dengan lingkungan anak memperoleh pengalaman yang memberi sumbangan terhadap perkembangan bahasa. Di samping itu, bahasa anak juga dapat distimulasi dengan berbagai cara. Stimulasi tersebut dikenal dengan pembelajaran yang direalisasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan belajar atau bermain. Agar pendidik dapat memberikan stimulasi yang tepat, pendidik perlu memiliki pengetahuan tentang perkembangan bahasa. Ada tiga teori dasar yang dapat digunakan untuk memahami perkembangan bahasa anak. Ketiga teori tersebut dikemukakan berikut ini:

1. Teori Behavioristik (Teori Perilaku) dari Skinner

Teori dalam aliran behavioristik yang diprakarsai oleh BF. Skinner yang menyatakan bahwa lingkungan memberi pengaruh utama bagi perkembangan bahasa anak. Oleh karenanya orang tua dan pendidik perlu aktif mengajak anak berbicara dan memberi contoh penggunaan bahasa yang baik. Teori perilaku juga percaya bahwa agar anak berhasil dibutuhkan penguatan. Bentuk penguatan khususnya adalah pujian atau barang-barang sederhana. Anak perlu diberi contoh ucapan sehingga anak dapat meniru ucapan tersebut. Atas keberhasilan anak mengulangi contoh yang diberikan, perlu diberi penguatan dan imbalan yang segera diberikan seperti ‘bagus’, pinter, diberi permen atau yang lainnya yang setimpal. Teori ini menekankan bahwa dalam perkembangan bahasa anak usia dini, orangtua dituntut untuk memberikan stimulasi, seperti aktif mengajak anak berbicara dan bercakap-cakap agar pencapaian kemampuan berbahasa anak maksimal.

Implementasi Teori Behavioristik Pada Pembelajaran Bahasa

·       Perlu penguatan atau koreksi terhadap bahasa anak yang muncul karena adanya stimulus. Bila pengucapan bahasa tidak sebagaimana harusnya, orang tua atau pendidikan perlu mengkoreksi. Misalnya, kata ‘makan’ diucapkan ‘mam’. Ini perlu dibetulkan dengan mengulangi pengucapan ‘oh mau makan’. Kalau pengucapan benar yang didiamkan saja.

·       Pemberian contoh yang baik dalam berbahasa untuk ditiru anak. Bahasa merupakan hasil dari suatu kebiasaan. Pengetahuan tidak berasal dari dalam diri seseorang, tetapi merupakan hasil dari interaksi dengan lingkungannya melalui pengkondisian stimulus yang menimbulkan respon.

·       Latihan yang diberikan kepada anak dapat berbentuk pertanyaan (stimulus) dan jawaban (respon). Bisa juga kepada anak dikenalkan kata-kata baru melalui tahapan-tahapan. Anak belajar sesuatu mulai dari yang sederhana sampai yang rumit, dari yang dikenal sampai yang belum dikenal dan abstrak (contoh : sistem pembelajaran drilling/pengulangan terus-menerus) Anak akan memberikan respon terhadap stimulus yang diberikan dalam pembelajaran dan segera berikan balikan terhadap respon tersebut.

·       Pada setiap respon positif (benar) dari anak perlu segera diberikan penguatan oleh pendidik baik dengan pujian atau hadiah.

 

2. Teori Nativistik dari Chomsky

Noam Chomsky mengkritik teori yang dikemukakan Skinner. Ia menyatakan bahwa perkembangan bahasa anak tidak ditentukan oleh lingkungan semata. Faktor genetik sangat menentukan perkembangan bahasa anak. Menurut Noan Chomsky kemampuan bahasa anak terbentuk mulai dari konsepsi. Dengan kata lain, sejak lahir anak telah memiliki kemampuan berbahasa. Kemampuan tersebut dikenal dengan Language Advice Device (LAD). Chomsky juga memperkenalkan Universal Grammar dalam kemampuan bahasa anak. Ini merupakan kelemahan dan sumber kritik atas teorinya Chomsky. Selanjutnya Chomsky juga menyatakan bahwa belajar bahasa sebaiknya sebelum usia sepuluh tahun. Kemampuan yang terbentuk pada saat dalam kandungan akan teraktualisasi atau berkembangan dengan didukung oleh faktor biologis dan faktor lingkungan setelah anak lahir. Untuk itu, Noam Chomsky menyatakan faktor lingkungan juga sangat berperan dalam perkembangan bahasa anak disamping kesiapan faktor biologis. Ada

kemampuan yang tidak mungkin dimiliki anak, walau lingkungan memberi stimulasi yang maksimal kalau kondisi biologis belum siap untuk mencapai kemampuan tersebut. Misalnya, pengucapan huruf ‘g’ tidak mungkin dimiliki sebelum alveolenatal matang untuk berfungsi.

Teori Nativistik

·       Mengutarakan bahwa bahasa sudah ada di dalarn diri anak. Pada saat seorang anak lahir, dia telah memiiiki seperangkat kemampuan berbahasa yang disebut Tata Bahasa Umum" atau 'Universal Grammar'. Teori ini mengatakan bahwa meskipun pengetahuan yang ada di dalam diri anak tidak rnendapatkan banyak rangsangan, anak akan tetap dapat mempelajarinya. Anak tidak sekedar meniru bahasa.yang dia dengarkan, tapi ia juga mampu menarik kesimpulan dari pola yang ada, hal ini karena anak memiliki sistem bahasa yang disebut Perangkat Penguasaan Bahasa.

·       Teori Nativistik juga memberikan pengetahuan bahwa keterampilan bahasa juga dipengaruhi oleh kematangan fisik anak, misalnya kematangan organ-organ bicara. Oleh karena itu, pendidik dalam dalam memberikan stimulasi perlu memperhatikan kesiapan anak. Teori ini juga memberikan wawasan bahwa anak akan belajar bahasa dengan cepat sebelum usia 10 tahun. Artinya, pembelajaran bahasa lebih baik diberikan sejak dini, karena lebih dari usia 10 tahun anak akan mengalami kesulitan.

 

3. Teori Konstruktivisme dari Piaget, Vygotsky, Gardner

·       Perkembangan kognisi dan bahasa dibentuk dari interaksi dengan orang lain. Dengan berinteraksi dengan orang lain, maka pengetahuan, nilai dan sikap anak akan berkembang. Anak memiliki perkembangan kognisi yang terbatas pada usia-usia tertentu, tetapi melalui interaksi sosial, anak akan mengalarni peningkatan kemampuan berpikir.

·       Pengaruh pada pembelajaran. Anak akan dapat belajar dengan optimal jika diberikan kegiatan, Sementara anak melakukan kegiatan, anak perlu didorong untuk sering berkomunikasi. Adanya anak yang lebih tua usianya atau orang dewasa yang mendampingi pembeiajaran dan mengajak bercakap-cakap akan menolong anak menggunakan kemampuan berbahasa yang lebih tinggi. Jika anak mengalami kesulitan, peran orang dewasa yang tepat akan membantu anak memecahkan persoalan sehingga anak dapat belajar sesuatu dari peristiwa tersebut. Karena itu pendidik perlu menggunakan metode yang interaktif, menantang anak untuk meningkatkan pembeiajaran dan menggunakan bahasa yang berkualitas.

 


Pencemaran Lingkungan


Sedikit ulasan tentang pencemaran di atas. Pengertian pencemaran lingkungan sendiri adalah masuknya atau tercampurnya mahluk hidup, zat energi maupun komponen lain kedalam alam atau lingkungan.

Yang dapat merubah tatanan lingkungan, penyebab terjadinya perubahan tersebut disebabkan oleh proses alam ataupun kegiatan manusia sendiri. Efek dari faktor tersebut merupakan penurunan dari kualitas lingkungan dan bahkan bisa menjadikan ketidak fungsian lagi dari lingkungan itu sendiri.

Kejadian pencemaran lingkungan ini bisa disebut juga sebagai polusi. Bahan yang menyebabkan polusi atau penyebab pencemaran disebut sebagai bahan polutan.

Ada beberapa syarat suatu zat yang bisa di katakan sebagai polutan, jika keberadaanya dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap mahluk hidup.

Pengindikasian dari zat-zat tersebut dikaran sebagai polutan jikalau :

Jumlah dari zat tersebut melebihi batas normal.

Penempatan zat yang tidak pada tempatnya.

Berada pada waktu yang tidak tepat.

Macam-macam Pencemaran Lingkungan

Dibawah ini merupakan jenis-jenis dari pencemaran lingkungan yang serign terjadi dan marak dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pencemaran Air


 

Pencemaran air merupakan kerusakan yang terjadi pada air yang disebabkan adanya perubahan kandungan dalam air baik itu di danau, sungai maupun laut.

 

Perubahan kondisi air tersebut mempengaruhi tingkat zat air yang menjadikan kondisi air tersebut melewati batas air yang layak untuk digunakan.

Pencemaran air ini banyak disebabkan oleh adanya zat kimia maupun polutan yang masuk ke dalam air.

Berikut ini merupakan polutan dari pencemaran air :


Limbah Industri

 

Limbah industri adalah limbah yang termasuk dalam limbah berat karena dalam limbah tersebut mengandung logam berat atau juga logam berbahaya.

Beberapa logam yang terkandung dalam limbah ini seperti raksa, timbal, merkuri dan masih banyak lagi yang lain. Karena penempatan tempat industri yang biasanya di dekat sungai, biasanya para pengelola industri yang tidak bertanggung jawab tersebut membuangnya ke aliran sungai.

Logam-logam tersebut adalah logam yang sangat berbahaya bila di konsumsi manusia, dalam hal ini pembuangan limbah ke sungai juga merupakan hal yang berat.

Selain dampaknya fatal untuk manusia, dampak dari pembuangan limbah tersebut juga bisa mengkontaminasi biota sungai dan juga bisa membunuhnya.

Limbah Rumah Tangga

 

 

 

 

 

Ini adalah salah satu polutan yang sering kita lihat sehari-hari seperti limbah sampah dan limbah detergen. Terkadang orang yang tidak tau tentang limbah ini sering membuang pada tempat yang sembarangan.

Padahal akibat dari pembuangan limbah rumah tangga terutama deterjen ini dap menjadikan penurunan kualitas oksigen dalam perairan yang dapat menjadi ancaman yang kuat untuk mahluk dan biota yang hidup didalamnya.

 

Sebenarnya untuk meminimalisir limbah keluarga seperti botol, kaleng, atau yang lainya masih bisa dimanfaatkan dan dijadikan sebuah kerajian botol bekas selain lebih bermanfaat mengurangi resiko pencemaran, lebih-lebih juga bisa menambah penghasilan dari masyarakat itu sendiri.

 

Limbah Pertanian

Limbah pertanian adalah salah satu faktor pencemaran air yang selanjutnya. Terkadang petani menggunakan pupuk atau juga insektisida dalam penanaman disawah.

Tapi sebenarnya penggunaan pupuk dan pembasmi hama sangat lah berbahaya bagi kesehatan. Bukan hanya itu saja pemakaian secara berlebihan juga bisa mengakibatkan biota dan mahluk di dalam tanah maupun air bisa mati.

 

2. Pencemaran Tanah


 

 

Ini juga adalah salah satu pencemaran yang sering berada di lingkungan kita. Salah satunya adalah sampah, penggunaan sampah yang berlebihan yang tidak bisa di daur ulang adalah salah satu contoh besar pencemaran lingkungan di tanah.

 

Kurang adanya pengelolaan yang kurang baik mengakibatkan banyaknya sampah yang menumpuk dan membeludak. Selain membuat tanah menjadi tercemar karena zatnya, sampah juga bisa mengakibatkan penumukan zat kimia yang bisa mengakibatkan kebocoran limbah kimia yang bisa membahayakan manusia.

Pencemaran tanah ini sangatlah berakibat fatal bukan hanya manusia bahkan juga seluruh mahluk hidup.

Karena tanah merupakan salah satu komposisi dari siklus hujan, jika tanah sudah terkontaminasi dengan zat kimia yang berbahaya bisa mengakibatkan pencemaran air, kemudian menguap ke udara dan bisa menjadikan hujan asam yang dapat membahayakan serta menambah pencemaran yang lain lagi.

Siklus tersebut akan berulang-ulang terus dan semakin memperburuk keadaan lingkungan.

Bahan pencemar tanah di bagi menjadi dua macam, berikut ini penjelasanya :

Polutan yang dapat diuraukan oleh alam seperti : kayu, bahan sisa makanan, dan juga sampah dedaunan.

Polutan yang tidak dapat di uraikan oleh alam : logam berat, plastik, kaleng, dan masih banyak lagi yang lainya.

Maka sebab itu harus mulai dari sekarang penggalakan kampanye bebas sampah terutama sampah plastik dan kaleng. Penelitian juga menyatakan bahwa sampah plastik tidak dapat di uraikan oleh tanah hingga 1000 tahun.

3. Pencemaran Udara

 

 

Polusi udara adalah salah satu pencemaran yang paling parah dan mengakibatkan banyak korban. Pencemaran lingkungan yang satu ini memiliki banyak penyebab salah satunya merupakan pembakaran hutan secara ilegal dan juga asap kendaraan maupun asap pabrik.

Beberapa polutan dari Pencemaran udara meliputi :

Karbon Monoksida (CO)

Gas CO ini merupakan hasil pembakaran kendaraan sepeda motor yang tidak sempurna. Efek yang di timbulkan jika terhirup manusia menjadikan zat yang berada dalam gas CO bercampur dengan darah

Akbitanya bisa menjadikan pusing, dan yang lebih parah bisa mengakibatkan gangguan pada saraf.

Karbon Dioksida (CO2)

CO2 adalah gas hasil dari proses pernafasan mahluk hidup, pembusukan bahan organik, dan juga hasil dari pelapukan batuan. Peningkatan rasio dari CO2 bisa menyebabkan peningkatan suhu di bumi.

Senyawa Nitrogen

Gas nitrogen merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh mahluk hidup sebagai salah satu bahan sumber protein. Tetapi penggunaan senyawa ini bisa berbahaya jika salah pemanfaatanya.

Akibat penggunaan yang salah nitrogen ini bisa menjadi senyawa asam yang membahayakan mahluk hidup.

Senyawa Belerang

Sulfur dioksida adalah gas yang sangat berbahaya. Gas ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang sebagai bahan dasar pengolahanya dan juga hasil dari pembakaran fosil.

Gas ini sangatlah rapuh karena jika senyawa ini menyentuh air maka akan membentuk sebuah senyawa asam.

Bila reaksi tersebut berada di awan ketika sedang mengangkut air hujan maka tidak bisa dihindarkan akan terjadi hujan asam yang membahayakan mahluk hidup.

Kloroflourokarbon (CFC)

Gas CFC mungkin asing pada sebagian orang tapi gas ini adalah senyawa yang setiap menyertai kita. Contoh dari gas ini adalah pendingin dari AC dan juga kulkas, selain itu juga CFC juga di hasilkan dari parfum dan alat pembasmi nyamuk.

Penelitian mengatakan bahwa gas ini merupakan gas yang sangat berbahaya sebab dengan menggunakan gas ini atmosfer bumi bisa kehilangan lapisan ozonya.

Karena lapisan ozon yang semakin menipis menjadikan radiasi dari sinar ultraviolet yang berasal dari matahari bisa langsung masuk ke bumi tanpa ada pemfilteran dari lapisan ozon.

 

Penyebab Pencemaran Lingkungan

 

Ada banyak sekali penyebab pencemaran lingkungan, tetapi yang paling besar merupakan hasil dari perbuatan manusia . Pencemaran yang sering terjadi yaitu pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran udara.

 

Dalam konteks lain alam sebenarnya bisa mengembalikan atau memurnikan kondisi air yang sudah tercemar. Karena jumlahnya sangat banyak dan melebihi batas, alam pun tidak bisa memurnikanya dengan maksimal dan tidak mampu mengembalikan keadaan seperti sedia kala.

Karena sebab alam menjadi kehilangan kemampuanya untuk memurnikan pencemaran, di tambah lagi adanya sampah plastik dan deterjen tidak ramah terhadap lingkungan.

Menjadikan semakin parah kerusakan yang di ciptakan oleh polutan ini.

 

Dampak Pencemaran Alam

Polusi atau juga pencemaran lingkungan bukanlah hal yang sepele, karena adanya polusi dan pencemaran lingkungan bisa menyumbang besar terhadap kerusakan dunia. Berikut ini dampak-dampak dari pencemaran lingkungan.

1. Peledakan Jumlah Hama Akibat Pencemaran

Karena dalam penggunaan insekstisida maupun pestisida yang banyak bukan hanya berefek mematikan hama tetapi juga mematikan predator alaminya.

Sebab tidak ada predator alami ini lah perkembangan hama semakin tidak terkendali dan membeludak.

2. Mematikan Spesies

Karena sangat berbahayanya polutan air dan darat, banyak hewan mengalami gangguan dan tidak sedikit yang akhirnya mati. Sebab tidak semua hewan memiliki tingkat kekebalan yang sama untuk menahan polutan tersebut.

Bahkan ada juga hewan atau biota yang hidup dengan bertahan dari polutan yang di dalam dirinya terkontaminasi bahan-bahan tersebut. Sehingga tidak hanya berbahaya untuk hewan itu sendiri tapi juga berbahaya untuk predator alaminya.

3. Gangguan Keseimbangan Alam Akibat Polusi

Karena punah atau mati dari spesies tertentu dapat menjadikan perubahan pola interaksi dalam ekosistem. Akibat dari itu keseimbangan rantai makanan dan jaring-jaring makanan terganggu dan tidak stabil.

4. Produktivitas Tanah Berkurang

Sebab penggunaan insektisida dan pestisida yang berlebihan dapat mengakibatkan biota tanah mati. Bukan hanya itu saja kesuburan tanah juga menurun dan bahkan rusak karena sifat asam yang ada dalam bahan-bahan kimia tadi.

Sedikit solusi untuk mengatasi hal tersebut maka penggunaan pupuk kimia harus di kurangi dan penggunaan pupuk kandang harus di tambah. Serta penggunaan sistem tanam rotasi dan selang-seling (tumpang sari) adalah salah satu cara penangananya.

5. Lapisan Ozon Berlubang dan Menipis

Karena banyaknya penggunaan gas CFC di dunia merupakan salah satu penyebab dan permasalahan besar dari pemanasan global. Hal ini karena gas CFC mempunyai sifat korosif yang dapat mempertipis lapisan ozon.

6. Efek Rumah Kaca

Selain CFC dan lubang ozon ada masalah satu lagi yang menjadikan keadaan bumi semakin parah kerusakanya, yaitu efek rumah kaca.

Karena kurangnya tumbuhan sebagai penyeimbang dari gas CO2, maka jumlah gas CO2 sekarang sangatlah banyak. Ini adalah salah satu alasan kenapa semakin lama suhu bumi semakin naik.

Karena gas karbondioksida yang banyak tersebut semakin menempel di atmosmer maka atmosfer tidak bisa memantulkan pancaran sinar matahari yang akan masuk ke bumi.

7. Bencana Alam Akibat Pencemaran

Bukan hanya dampak-dampak di atas ternyata pencemaran lingkungan juga bisa menjadikan bencana alam.

 

Ada beberapa bencana alam yang bisa terjadi karena pencemaran tersebur seperti :

Banjir bandang.

Erosi.

Kerusakan udara.

Hujan asam.

Gagal panen.

Tanah longsor.

Dan masih banyak lagi yang lainya.

Demoralisasi

 


Dewasa ini banyak dijumpai keadaan dimana kualitas moral yang terjadi di masyarakat mengalami penurunan. Hal inilah yang dinamakan demoralisasi. Brooks dan Gable (1997) mengatakan bahwa demoralsasi berhubungan dengan rendahnya standar moral dan penetapan nilai serta norma dalam masyarakat.

Beberapa indikasi yang menunjukkan suatu bangsa mengalami gejala demoralisasi, adalah sebagai berikut:

a.    Kuantitas dan kualitas kriminalitas sosial semakin meningkat, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dll.

b.    Terjadinya kerusuhan yang bersifat anarkis, seperti pembakar rumah, perusak fasilitas umum, penjarahan, dll.

c.    Konflik sosial semakin marak, baik vertikal maupun horizontal.

d.    Tindakan korupsi merajalela.

e.    Meningkatnya jumlah pemakai dan pengedar narkoba dikalangan masyarakat.

f.     Pergaulan bebas semakin merajalela.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan demoralisasi di kalangan masyarakat, antara lain:

ü Krisis ekonomi yang berkepanjangan.

ü Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi sehingga megakibatkan jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan kerja.

ü Menurunnya kewibaan pemerintah yang ditandai dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat.

ü Meningkatnya angka kemiskinan.

ü Menurunnya kualitas aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman.

ü Adanya sikap-sikap negatif, seperti: malas, boros, tidak disiplin, serta sikap apatis yang akhirnya, untuk mencapai sesuatu menggunakan jalan pintas.

ü Keengganan memahami, mendalami, dan melaksanakan ajaran-ajaran agama.

                                             

Beberapa solusi untuk upaya pencegahan ataupun setelah terjadinya demoralisasi:

Ø  Mempertebal keimanan dan ketaqwaan dikalangan generasi muda

Ø  Memanfaatkan media sosialisasi keluarga, sekolah

Ø  Aktif dalam kegiatan-kegiatan positif

Kriminalitas

 

  

Kriminalitas menurut bahasa adalah sama dengan kejahatan (pelanggaran yang dapat dihukum) yaitu perkara kejahatan yang dapat dihukum menurut Undang-Undang.

Sedangkan pengertian kriminalitas menurut istilah diartikan sebagai suatu kejahatan yang tergolong dalam pelanggaran hukum positif (hukum yang berlaku dalam suatu negara).

Pengertian kejahatan sebagai unsur dalam pengertian kriminalitas, secara sosiologis mempunyai dua unsur-unsur yaitu:

1) Kejahatan itu ialah perbuatan yang merugikan secara ekonomis dan merugikan secara psikologis.

2) Melukai perasaan susila dari suatu segerombolan manusia, di mana orang-orang itu berhak melahirkan celaan.

Dengan demikian, pengertian kriminalitas adalah segala macam bentuk tindakan dan perbuatan yang merugikan secara ekonomis dan psikologis yang melanggar hukum yang berlaku dalam negara Indonesia serta norma-norma sosial dan agama.

Adapun motif yang mendorong mereka melakukan tindak kejahatan itu antara lain adalah:

1) Untuk memuaskan kecenderungan keserakahan.

2) Meningkatkan agresivitas dan dorongan seksual.

3) Salah-asuh dan salah-didik orang tua, sehingga anak tersebut menjadi manja dan lemah   mentalnya.

4) Hasrat untuk berkumpul dengan kawan senasib dan sebaya, dan kesukaan untuk meniru-niru.

5) Kecenderungan pembawaan yang patologis atau abnormal.

6) Konflik batin sendiri, dan kemudian menggunakan mekanisme pelarian diri serta pembelaan diri yang irrasional.

Westernisasi

 

 

Westernisasi secara umum dan khusus dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk menjadi sama dengan negara Barat. Westernisasi paling mudah dilihat dalam perilaku seseorang yang kebarat-baratan. Dampak yang ditimbulkan dari westernisasi salah satunya dapat melunturkan rasa nasionalisme seseorang dan menghilangkan jati din bangsa. Selain itu, westernjsasi dapat mematikan kreativitas seseorang akibat peniruan budaya Barat secara berlebihan.

 

Pengertian Westernisasi Menurut Para Ahli

Pemahaman mengenai westernisasi in juga banyak dilakukan oleh ahli-ahli dalam bidang Ilmu Sosial, diantarnya adalah sebagai berikut;

Soerjono Soekanto, menurut ahli ini makna yang terkandaung dalam westernisasi adalah proses kehidupan yang mengedepakan pada industrialisasi dan sistem ekonomi kapitalis. Sehingga kehidupan di dalamnya meniru atau sama persis dengan kehidupan masyarakat yang ada di dunia barat.

Koentjaraningrat dalam pandangannya westernisasi diartikan sebagai satu peniruan gaya hidup orang barat yang dilakukan masyarakat secara berlebihan, pergaulan, kebiasaan, proses gaya hidup danlain sebaginya. Sehingga hal ini mengindikasikan bahwa westernisasi tidak cocok untuk dipergunakan atau diterpakan di Indonesia yang notabene masyarakatnya masih memegang erat kehidupan dengan budaya.

Ciri-Ciri Westernisasi

Ada beberapa ciri yang melekat pada istilah westernisasi, diantaranya adalah sebagai berikut;

 

Gaya hidup mengikuti perkembangan yang ada di dunia barat, misalnya berkehidupan mewah dan juga boros dalam membelanjakan sesuatu hal

Terjadinya hubungan sesama jenis yang hal tersebut sangatlah dilarang di Indonesia

Terjadinya kasus atau perniakahan yang tidak sah

Maraknya penyebaran video porno yang dapat merusak generasi bangsa

Menyukai kehidupan yang menggunakan minuman keras, tarian dansa di bar, dan lain sebaginya.

Contoh Westernisasi

Contoh westernisasi yang terjadi pada saat ini misalnya saja banyaknya anak  punk dan geng motor yang dianggap keren dan gaul. Padahal hal tersebut merupakan salah satu bentuk hilangnya jati din bangsa. Kebudayan akan budaya lokal seolah mulai untuk ditinggalkan masyarakat yang lebih senang menikmati acara konser musik mancanegara danipada mendatangi pentas-pentas seni tradisional.

Makalah Tentang Tugas dan Tanggung Jawab Manager

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.      Latar Belakang

Tidak dapat dipungkiri dunia bisnis dalam era global ini dihadapkan pada proses perubahan yang begitu cepat dan rumit. untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan sistem berpikir menjadi hal pokok yang harus dimiliki perusahaan. dalam konteks organisasi belajar, setiap individu organisasi bisnis harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk belajar pada setiap tingkat apapun dalam perusahaannya. dengan kata lain setiap pekerjaan harus mengandung unsur pembelajaran yang semakin aktif.

Sebagai manager, dia bersama karyawan seharusnya terdorong untuk selalu melakukan kajian dengan menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mengkontribusikannya pada perusahaan. sikap manager yang mungkin selama ini begitu toleran terhadap setiap kesalahan karyawan manager patut diubah. manager harus mengambil posisi untuk mencegah terjadinya resiko besar dari suatu kesalahan kerja. memang suatu ke berhasilan biasanya didasarkan pada kegagalan yang pernah dialaminya. namun manager harus mengevaluasi setiap kegagalan dan melakukan evaluasi diri.

Fungsi manager adalah lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya sebagai penyelia. dalam hal ini manager harus mendorong para karyawan untuk menciptakan gagasan baru, sekecil apapun, dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan tersebut ke karyawan lain. selain itu hendaknya manager mendorong karyawan untuk mengerti keseluruhan pekerjaan dan permasalahannya, membangun visi kolektif dan bekerja bersama mencapai tujuan perusahaan.

Kecendrungan manager dan pemimpin agar dapat mengemukanya isu kepemimpinan dipicu oleh dunia perusahaan yang sebagian besar tidak lagi menggunakan prinsip manajemen memerintah dan mengontrol. mereka sadar bahwa bila manager “tradisional” memerintah seseorang untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, maka seorang pemimpin adalah orang yang membuat orang lain melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan bahkan lebih dengan sedikit petunjuk dan tingkat efisiensi yang lebih tinggi.

Manajemen dan kepemimpinan sangat berbeda, tapi berkaitan. tugas manager lebih spesifik daripada seorang pemimpin. kecakapan manajemen, seperti perencanaan dan pendelegasian, lebih konkret jika dibandingkan dengan kecakapan kepemimpinan yang lebih abstrak. seorang pemimpin lebih mengandalkan pengaruh, inspirasi (ilham), dan kerja sama daripada petunjuk, kebijaksanaan dan prosedur. kendati demikian, kedua kecakapan tersebut saling melengkapi.

Kecakapan manajemen dan kepemimpinan sama-sama diperlukan untuk mendorong efektivitas manager dan karyawan. misalnya, penetapan tujuan (kecakapan manajemen) berkaitan dengan kecakapan berbagi visi (kepemimpinan). jika seorang pemimpin bisa berbagi visi yang menggiurkan tentang apa yang dapat dicapai organisasi dan bisa menetapkan tujuan dan menjabarkan tugas-tugas yang bisa menggerakkan semua orang ke arah visi itu, maka semua orang akan berprestasi lebih baik. tidak setiap pemimpin adalah manager yang baik, begitu juga tidak setiap manager adalah pemimpin yang baik. akan tetapi eksekutif terbaik menguasai kedua kecakapan manajemen dan kepemimpinan.

Manajemen adalah sebagian dari seni dan ilmu untuk mendapatkan sesuatu dengan bantuan orang lain melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Apa itu seni? seni adalah sesuatu diluar bidang keilmuan, yang dimiliki oleh masing-masing individu. seni itu abstrak, seperti dalam manajemen setiap orang yang menjadi manager harus juga menjadi seniman, apa itu seniman manajemen?seniman dalam manajemen adalah orang yang mampu membawa dirinya selaras dengan tugas dan tanggung jawabnya, dan dalam berhadapan dengan orang lain dia dapat bersikap yang sesuai sehingga orang-orang disekitarnya dapat nyaman dan termotivasi jika berada didekatnya. bagaimana mempelajarinya?seni manajemen dipelajari melalui kehidupan sehari-hari, bagaimana kita mengambil setiap manfaat yang terkandung dalam suatu peristiwa dalam hidup, sehingga kita tahu bagaimana harus memecahkan persoalan tidak hanya dengan cara teknis tapi juga dengan perasaan.feeling. jadi manager harus punya feeling yang kuat, karena ilmu sendiri sangat rentan dengan perubahan lingkungan. manager juga seorang ilmuwan, dia harus paham masalah-masalah teknis dalam perusahaan. bagaimana akuntansi perusahaan berjalan, bagaimana keadaan keuangan perusahaan, bagaimana menyusun strategi perusahaan, tentu semua itu juga membutuhkan ilmu. seni dan ilmu tak bisa di pisahkan dalam kehidupan seorang manager. manager yang sukses pastilah juga seorang seniman dan juga ilmuwan.

 

B.       Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1.    Pengertian dari manager

2.    Seperti apa tugas dan tanggungjawab manager serta program kerja manager

 

C.      Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.    Menjelaskan tentang pengertian dari manager

2.    Mendeskripsikan tugas dan tanggungjawab manager serta program kerja manager

 

D.      Manfaat Penulisan

Berdasarkan tujuan dari penulisan makalah ini, manfaat penulisannya adalah sebagai berikut, diantaranya :

1.    Mengetahui tentang pengertian dari manager

2.    Mengetahui dan mempunyai gambaran tentang tugas dan tanggungjawab manager serta program kerja manager.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

A.      Pengertian Manager

Manager adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi, seorang yang karena pengalaman, pengetahuan, dan keterampilannya diakui oleh organisasi utk memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan dan mengembangkan kegiatan organisasi dalam rangka mencapai tujuan.

Manager terbagi menjadi dua bagian yaitu manager fungsional (functional manager) dan manager umum (general manager )

a.         Manager fungsional / Functional Manager

Manager fungsional adalah manager yang memiliki tanggung jawab pada satu bagian fungsional perusahaan atau organisasi saja dan tidak ikut campur pekerjaan fungsional pada bagian lain. contohnya adalah seperti manager keuangan, manager pemasaran, manager akuntansi, manager operasional, manager hrd, dan banyak lagi contoh lainnya.

b.        Manager umum / General Manager

Manager umum adalah manager yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian / fungsional pada suatu perusahaan atau organisasi. manager umum memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa atau seluruh manager fungsional. pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manager umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manager umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda

 

B.       Tingkatan Manager

Pada organisasi berstruktur tradisional, manager sering dikelompokan menjadi manager puncak, manager tingkat menengah, dan manager lini pertama

1.        Manejemen lini pertama (first-line management)

Dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-managerial yang terlibat dalam proses produksi. mereka sering disebut penyelia (supervisor), manager shift, manager area, manager kantor, manager departemen, atau mandor (foreman).

2.        Manajemen tingkat menengah (middle management)

Mencakup semua manajemen yang berada di antara manager lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. jabatan yang termasuk manager menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manager pabrik, atau manager divisi.

3.        Manajemen puncak (top management)

Dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. contoh top manajemen adalah ceo (chief executive officer), cio (chief information officer), dan cfo (chief financial officer).

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.

 

C.      Keterampilan Manager

Robert l. katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manager membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. ketiga keterampilan tersebut adalah:

a.         Keterampilan Konseptual (Conceptional Skill)

Manager tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

 

b.        Keterampilan Berhubungan dengan Orang Lain (Humanity Skill)

Selain kemampuan konsepsional, manager juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manager terhadap bawahan yang dipimpinnya. dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

c.         Keterampilan Teknis (Technical Skill)

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manager pada tingkat yang lebih rendah. keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, ricky w. griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manager, yaitu:

1.        Keterampilan manajemen waktu.

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manager untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. griffin mengajukan contoh kasus lew frankfort dari coach. pada tahun 2004, sebagai manager, frankfort digaji $2.000.000 per tahun. jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. kebanyakan manager, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari frankfort. namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

2.        Keterampilan membuat keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manager, terutama bagi kelompok manager atas (top manager). griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. pertama, seorang manager harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. kedua, manager harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. dan terakhir, manager harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

 

D.      Etika Manager

Ricky w. griffin dalam bukunya yang berjudul business mengklasifikasikan etika managerial ke dalam tiga kategori:

1.        Perilaku terhadap karyawan

Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya.

2.        Perilaku terhadap organisasi

Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. misalnya, menerima suap sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.

3.        Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya

Seorang manager juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.

 

E.       Peran Manager

Henry mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manager di tempat kerjanya. ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:

1.        Peran antarpribadi merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.

2.        Peran informasional meliputi peran manager sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara

3.        Peran pengambilan keputusan yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manager adalah berinteraksi dengan orang lain.

 

F.       Tugas Manager

Dirumuskan secara singkat tugas-tugas seorang manager adalah :

1.        Memimpin organisasi

2.        Mengatur organisasi

3.        Mengendalikan organisasi

4.        Mengembangkan organisasi

5.        Mengatasi berbagai masalah yang terjadi dalam organisasi

6.        Menumbuhkan kepercayaan

7.        Meningkatkan rasa tanggungjawab

8.        Mengawasi/mengendalikan kegiatan organisasi

9.        Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan

10.    Menggali dan mengembangkan potensi sumber daya.

Dibawah ini dijabarkan berbagai detail tugas-tugas khas seorang manager pengembangan organisasi, yang biasanya dicantumkan saat pembuatan deskripsi tugas (job description) yang bersangkutan, tugas-tugas seorang manager yaitu :

1.       Merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi pengembangan organisasi (mencakup bidang-bidang tertentu yang relevan dengan struktur organisasi dan lainnya)

2.       Menetapkan dan memelihara sistem yang sesuai untuk mengukur aspek-aspek penting kinerja organisasi

3.       Memonitor, mengukur dan melaporkan tentang rencana-rencana pengembangan organisasi dan pencapaiannya di dalam bentuk-bentuk / format dan rentang waktu yang telah disetujui

4.       Melakukan pengaturan kerja bawahan langsung (yang melakukan direct report kepadanya)

5.       Mengelola dan mengendalikan pembelanjaan per departemen sesuai anggaran-anggaran yang sudah disetujui

6.       Bertindak sebagai penghubung (liaison) dengan para manager functional / manager department yang lain agar memahami semua aspek-aspek penting dalam pengembangan organisasi, dan untuk memastikan mereka telah mendapatkan informasi yang tepat dan mencukupi tentang sasaran, tujuan / obyektif dan pencapaian-pencapaian dari pengembangan organisasi,

7.       Memelihara kesadaran dan pengetahuan tentang teori pengembangan organisasi yang up to date / sesuai zaman dan metoda-metodanya serta menyediakan penafsiran yang pantas kepada para direktur, para manager dan staf di dalam organisasi

8.       Memastikan setiap aktivitas mempunyai benang merah serta terintegrasikan dengan persyaratan-persyaratan organisasi (organizational requirements) untuk bidang-bidang manajemen mutu, kesehatan dan keselamatan kerja, syarat-syarat hukum, kebijakan-kebijakan dan tugas umum kepedulian lingkungan.

Tugas menajer adalah sebagai pemegang tampuk kepemimpinan dalam suatu perusahaan yang mampu menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan usaha dan iklim yang kondusif di dalam kehidupan organisasional. Meningkatkan proditivitas kerja karyawan/pegawai dengan memberikan contoh ataupun sebuah arahan yang baik serta mempunyai gaya yang produktif seperti :

1.        Gaya yang efektif, gaya yang efektif terdiri atas empat jenis, yaitu :

a.         Eksekutif. Gaya ini mempunyai perhatian yang banyak terhadap tugas-tugas pekerjaan dan hubungan kerja. Manager seperti ini berfungsi sebagai motivator yang baik dan mau menetapkan produktivitas yang tinggi.

b.         Pencinta pengembangan (developer). Pada gaya ini lebih mempunyai perhatian yang penuh terhadap hubungan kerja, sedangkan perhatian terhadap tugas-tugas pekerjaan adalah minim.

c.         Otokratis yang baik. Gaya kepemimpinan ini menekankan perhatian yang maksimum terhadap pekerjaan (tugas-tugas) dan perhatian terhadap hubungan kerja yang minimum sekali, tetapi tetap berusaha agar menjaga perasaan bawahannya.

2.        Gaya yang tidak efektif adalah sebagai berikut :

a.         Pencinta kompromi (compromiser). Gaya kompromi ini menitikberatkan perhatian kepada tugas dan hubungan kerja berdasarkan situasi yang kompromi.

b.         Missionari yaitu manager seperti ini menilai keharmonisan sebagai suatu tujuan, dalam arti memberikan perhatian yang besar dan maksimum pada orang-orang dan hubungan kerja tetapi sedikit perhatian terhadap tugas dan perilaku yang tidak sesuai.

c.         Otokrat yaitu pemimpin tipe seperti ini memberikan perhatian yang banyak terhadap tugas dan sedikit perhatian terhadap hubungan kerja dengan perilaku yang tidak sesuai.

d.        Lari dari tugas (deserter) yaitu manager yang memiliki gaya kepemipinan seperti ini sama sekali tidak memberikan perhatian, baik kepada tugas maupun hubung kerja.

 

G.      Fungsi Manager

Manager bertugas untuk menjalankan fungsi-fungsi managerial dalam suatu instansi atau organisasi. fungsi-fungsi managerial :

1.        Fungsi perencanaan (planning) dari suatu kebijakan yang akan diambil perusahaan serta memprediksikan hasil yang akan didapatkan dari tindakan yang akan diambil tsb.

2.        Fungsi pengaturan (organizing), yaitu mengatur, membentuk, mendelegasikan dan menerapkan jalur suatu wewenang/tanggungjawab dan sistem komunikasi, serta mengoordinir kerja setiap anggota organisasi/instansi.

3.        Fungsi pengawasan (controlling), yaitu mencakup persiapan atau standar kualitas dan kuantitas hasil kerja, baik dalam bentuk produk ataupun jasa yang diberikan pada perusahaan dalam rangka memberikan pencapaian tujuan perusahaan.

4.        Fungsi kepemimpinan (leading) yang membuat oranglain melakukan pekerjaan, mendorong, memotivasi serta menciptakan iklim pekerjaan yang baik.

5.        Fungsi evaluating, yaitu menganalisa hasil dari seluruh kegiatan yang telah dilakukan melalui analisis SWOT.

 

H. Program Kerja Manajer

1.  Program Kerja Divisi Sumber Daya Manusia

·       Optimalisasi hasil usaha melalui optimalisasi pendapatan iuran, pendapatan investasi,  pengelolaan aset dan efektivitas biaya

2. Efektivitas Biaya (Cost effectiveness)

·       Pengendalian Anggarandisetiap Pusat Pertanggungjawaban

·       Skala prioritas kegiatan

·       Sinergi kegiatan

·       Penyempurnaan ketentuan/ peraturan SDM

3. SK Disiplin Karyawan

·       Bantuan Pengobatan Karyawan

·       SK Remunerasi

·       SK Lembur

·       SK Sewa Kontrak Rumah

·       SK Penghargaan Karyawan

·       SK Penghasilan

·       Akurasi Database karyawan

4. Melakukan inventarisasi program SAP.

·       Penyempurnaan database SAP

·       Penyempurnaan dosir karyawan

·       Evaluasi Sistem Absensi Karyawan.

·       Evaluasi aplikasi Modul TSP_ESS.

5. Evaluasi SOP

·       Revisi SOP Fungsi Manajemen SDM

·       Terpenuhinya tenaga SDM yang kompeten di bidangnya dan memiliki wawasan global.

6. Rekrutmen karyawan sesuai standar kompetensi karyawan.

·       Melakukan mutasi dan promosi pejabat dan karyawan

·       Melaksanakan diklat Soft Competency

·       Melaksanakan workshop/complement training KCU/KC/KP (Inhouse Training)

·       Melaksanakan Complement Training Workshop/Seminar/Lokakarya Dalam Negeri

·       Pendidikan Non Formal/Workshop/Seminar di Luar Negeri

·       Melaksanakan Pendidikan formal S2 di dalam negeri

·       Melaksanakan Pendidikan formal S2 di luar negeri

7. Diklat  Hard Competency

·       Melaksanakan Diklat Penjenjangan Karir

8. Assessment

·       Sertifikasi tenaga profesi

·       Standarisasi jumlah Karyawan setiap Unit Kerja

·       Melakukan kajian terhadap Analisa Beban Kerja dan Analisa Fungsi Kerja dikaitkan dengan kondisi geografis;

·       Merevisi SK-08/DIR/2007 tanggal 12 Maret 2007 tentang Klasifikasi Kantor Cabang.

9. Optimalisasi fungsi perpustakaan

·       Pembuatandan Implementasi AplikasiPerpustakaan berbasis WEB

·       Evaluasi dan pengembangan manajemen  Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, berintegritas, dan professional  menuju Human Capital Management

 


 

BAB III

PENUTUP

 

 

A.      Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tugas dan tanggungjawab manager dalam suatu organisasi itu diantaranya:

1.        Memimpin organisasi

2.        Mengatur organisasi

3.        Mengendalikan organisasi

4.        Mengembangkan organisasi

5.        Mengatasi berbagai masalah yang terjadi dalam organisasi

6.        Menumbuhkan kepercayaan

7.        Meningkatkan rasa tanggungjawab

8.        Mengawasi/mengendalikan kegiatan organisasi

9.        Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan

10.    Menggali dan mengembangkan potensi sumber daya.

Selain itu seorang manajer juga diharapkan bisa menjadi teman sekaligus sebagai orang tua dalam organisasi sehingga dengan keadaan seperti itu perkembangan organisasi bisa diciptakan dengan baik dan dapat mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi dalam organisasinya.

 

B.       Saran

Demikianlah penulisan makalah kami, apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan dalam pembahasan makalah kami ini, terutamanya kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya dan juga kami harapkan teguran yang sehat sekiranya dapat membangun dalam perbaikan pembuatan makalah kami ini.

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Griffin, R. 2006. Business, 8th Edition. NJ: Prentice Hall

 

Robbins, Stephen dan Mary coulter. 2007. Management, 8th Edition. NJ: Prentice Hall

 

M. Herujito, Yayat. 2006. Dasar-dasar Manajemen, Jakarta: PT. Grasindo.

 

K. Rampersad. Hubert, 2006. Total Performance Scorecard. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

 

A. Judge. Timothy dan Stephen P. Robbins. 2008. Perilaku Organisasi, Edisi 12. Jakarta: Salemba Empat

 

Yayasan Obor Indonesia, 2004. Metode Penelitian Keperpustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

 

www.wikipedia.org Peran manajer, Diakses tanggal 29 Desember 2017

 

www.google.com Tugas dan wewenang manajer, Diakses tanggal 29 Desember 2017

About